0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Laughter is a gentle current, carrying joy from one heart to another without a single effort.”

 

Salah satu tourist asing itu mendekat ke arah kami. “Mind if we stand here?” “Go ahead” saya menjawab. “Thanks. Feels like the best spot to see the sunrise.” Katanya sembari tersenyum.

 

Mereka berdiri di samping kami, membiarkan tubuh mereka mengikuti gerak kapal yang mulai melambat. Salah satu dari mereka tersenyum lebar sambil menatap laut di depan. “Can’t wait to come back to Mentawai”

 

Hampir bersamaan, sebuah gelombang besar melintas. Kapal berguncang cukup keras hingga membuat pegangan besi berderit pelan.

 

Sophie reflex tertawa lalu mengambil posisi setengah jongkok, satu kaki maju, kedua tangan terbuka seolah menjaga keseimbangan di atas surfing board. Ia bergeser kecil, meniru cutback dengan ekspresi serious yang dibuat-buat.

 

Dua orang itu langsung tertawa. “That’s a clean move.” kata yang perempuan.

“Yeah, she’s got it.” tambah temannya. Sophie menoleh ke arah saya dengan mata berbinar lalu kembali berdiri biasa, seolah tidak terjadi apa-apa.

 

 

Salah satu dari mereka melirik ke arah kami.“So are you going to Mentawai too?” Saya tersenyum kecil. “Maybe. My youngest really wants to try surfing there. She’s tried a few spots around Indonesia but never Sumatra yet.”

 

Ombak kembali datang dan kapal ferry kembali bergoyang dan kini giliran mereka berpura-pura berselancar seperti Sophie sambil tertawa kecil. Kami pun ikut tertawa, terhanyut dalam moment itu.

 

“Happiness is strongest when it moves freely, like sunlight spilling across the water and touching everyone it meets without asking.”

Part 15.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!