0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

H&M akan melakukan uji coba penjualan pakaian bekas dan vintage di saat berusaha memanfaatkan kekhawatiran konsumen yang semakin besar tentang biaya dan efek  negatif  yang harus di terima oleh lingkungan dari dampak fashion cepat.

 

Anna Gedda  yang merupakan kepala dari divisi berkelanjutan dari H&M mengatakan kepada Reuters H&M akan meluncurkan pilot proyek di Swedia untuk penjualan online pakaian bekas di situs mereknya “& Other Stories”.

 

“Itu kembali ke seluruh visi melingkar yang hanya masuk akal untuk melihat ke dalam bisnis ini,” katanya di sela-sela acara di Berlin tentang masa depan mode terutama di mode berkelanjutan. Perusahaan retail dari Swedia ini melihat sebagai bagian yang berkembang dari industri, dengan peluang besar baik bagi konsumen dan paling tidak untuk dampak lingkungan, dan bagaimana kita dapat secara drastis menguranginya dengan memperpanjang umur produk dari pakaian tersebut.”

 

Pakaian Bekas dan Vintage H&M Adalah Cara untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan

Kesadaran akan kerusakan yang disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan sektor mode cepat, dicontohkan oleh orang-orang seperti Zara dan Primark yang menjual pakaian sehingga konsumen dengan mengeluarkan dana yang sedikit mampu membeli dan memakainya hanya untuk satu malam, dan kebiasaan ini telah tumbuh terutama selama setahun terakhir ini.

 

Film dokumenter BBC yaitu “Rahasia Kotor dari dunia Fesyen” tahun lalu menggambarkan fesyen sebagai salah satu industri paling berpolusi di dunia, bahkan menurut salah satu survey merupakan industri nomor dua yang memberikan polusi di dunia.

 

Sejauh ini ada beberapa tanda penurunan permintaan untuk mode cepat karena kesadaran masyarakat sudah mulai meningkat, namun pasar barang bekas diperkirakan akan berlipat ganda dalam lima tahun ke depan menjadi $ 51 miliar, menurut data yang dikumpulkan untuk toko barang bekas online ThredUp yang merupakan pasar penjualan kembali untuk produk eksklusif turut mendorong sebagian besar pertumbuhan ini.

 

Misi Hijau dengan Meluncurkan Platform Pakaian Bekas dan Vintage H&M

H&M telah mencoba menjual pakaian bekas di masa lalu tetapi mengabaikan proyek tersebut. Pakaian bekas dan Vintage H&M tersebut hanya tersedia untuk dijual di pasar mode yang dijalankan oleh orang-orang seperti ASOS dan eBay yang merupakan marketplace online untuk barang bekas. “Sekarang adalah momen yang sangat berbeda dengan kesadaran akan keberlanjutan,” kata Gedda.

 

H&M sedang melakukan uji coba dengan platform  yang menjual barang bekas dari Swedia yaitu Sellpy, perusahaan baru dan H&M adalah salah satu investornya. Mereka sedang membuat pakaian “pre-loved” di situs “& Other Stories”.

 

H&M, pengecer pakaian terbesar di dunia setelah pemilik Zara Inditex, telah melihat keuntungannya menyusut dan stok menumpuk dalam beberapa tahun terakhir karena gagal bereaksi cukup cepat untuk menuntut perubahan dan booming dalam e-commerce. Namun, mereka melaporkan penurunan jauh lebih kecil dari yang diharapkan dalam laba kuartalan, karena mereka telah menjual lebih banyak produk dengan harga penuh dan margin tertahan.

 

H&M telah berusaha meningkatkan kepercayaan terhadap kepedulian lingkungannya dalam beberapa tahun terakhir dengan  menggunakan lebih banyak kapas organik dan mendorong pelanggan untuk mendaur ulang pakaian mereka serta menawarkan layanan perbaikan terhadap pakaian yang rusak di beberapa negara.

 

Ketika pelanggan mencari transparansi lebih lanjut tentang rantai pasokan, Gedda mengatakan tidak hanya meluncurkan situs website yang menjual Pakaian Bekas dan Vintage H&M tetapi juga melakukan langkah keberlanjutan lain. Salah satu cara adalah dengan  akan meluncurkan sistem yang akan memungkinkan para pembeli untuk dapat melihat secara langsung pabrik mana yang memproduksi masing-masing garmen dan rincian lebih lanjut tentang kain tersebut.

 

pakaian bekas dan vintage H&M pakaian bekas dan vintage H&M pakaian bekas dan vintage H&M

Bagikan ini: