0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Cagar Alam Pulau Waigeo Barat termasuk dalam Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat, bagian timur Indonesia. Kaya akan keanekaragaman hayati yang tinggi, menjadikan kawasan ini sangat penting keberadaannya di Kepulauan Raja Ampat. Dari segi fauna tercatat memiliki 27 jenis mamalia dan memiliki 171 jenis burung.

 

Pulau Waigeo ditunjuk sebagai kawasan cagar alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.395/Kpts/Um/5/1981 tanggal 7 Mei 1981 dengan luas 153.000 Ha yang merupakan wilayah dengan pemanfaatan lahan terluas di daerah Waigeo Barat. Setelah Sub Balai Inventarisasi dan Perpetaan Hutan (Sub BIPHUT) Manokwari melakukan kegiatan penataan batas kawasan cagar alam, kawasan ini kemudian hanya memiliki luas definitif 95.200 Ha.

 

Cagar alam ini masih didominasi oleh hutan lahan kering primer. Terdapat beberapa sungai kecil yang mengalir di kawasan ini. Sungai Raja adalah salah satu sungai yang dikeramatkan oleh penduduk setempat karena dianggap petilasan Raja Ampat.

 

Di kawasan ini terdapat beberapa habitat satwa khas Papua yang dilindungi, di antaranya adalah burung Kakatua Putih Jambul Kuning (Cacatua galerita), Kakatua Raja (Probosciger aterrimus), Raja Udang Hutan (Halcyon macleayii), Julang Irian (Aceros plicatus), Bayan (Eclectus roratus), Nuri Merah Kepala Hitam (Lorius lory), Mambruk Viktoria (Goura victoria), burung Kasuari, burung Cendrawasih (Paradisaea sp.) dan burung Maleo (Magrocephalus maleo).

 

Cagar alam ini merupakan salah satu tempat destinasi wisata alam yang sangat tepat untuk melakukan eksplorasi keindahan Papua.

 

Kawasan ini juga menjadi habitat dari satwa endemik, dikatakan endemik karena hanya ditemukan di suatu tempat tertentu dan tidak ditemukan di tempat lain. Hewan tersebut di antaranya adalah burung Cendrawasih Merah (Paradisaea rubra), burung Cendrawasih Wilson/Botak (Cicinnurus respublica) dan burung Maleo Waigeo (Aepypodius bruijnii).

 

Menurut Koordinator Keanekaragaman Hayati dan Pengembangan Masyarakat Fauna dan Flora Internasional-Indonesia Programme (FFI-IP) Raja Ampat mengatakan bahwa di Pulau Waigeo terdapat dua jenis burung cendrawasih yang tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia. Keduanya yaitu Cendrawasih Merah (Paradisaea rubra) dan Cendrawasih Wilson/Botak (Cicinnurus respublica).

 

Cendrawasih merah (Paradisaea rubra) memiliki bulu berwarna kuning dan cokelat serta memiliki paruh berwarna kuning. Burung jantan dewasa berukuran sekitar 72 cm, bulu yang menghiasi tubuh burung dewasa ini berwarna merah darah dengan ujung bulu yang berwarna putih pada bagian perutnya. Warna bulu yang berada di kepala berwarna hijau zamrud gelap, di bagian ekor terdapat dua buah seperti tali berwarna hitam yang panjang berbentuk pilin. Ukuran burung betina lebih kecil dari ukuran burung jantan, dengan warna kepala cokelat tua.

 

Cendrawasih wilson/botak (Cicinnurus respublica) berukuran sekitar 21 cm. Bulu yang indah berwarna merah dan hitam menghiasinya, dengan tengkuk  berwarna kuning. Burung ini memiliki kaki berwarna biru, serta terdapat dua bulu panjang melingkar pada ekornya. Di bagian kepala terdapat corak berwarna biru muda terang. Burung cendrawasih Wilson/botak betina memiliki bulu berwarna cokelat dengan warna kepala biru muda.

 

Selain cendrawasih, burung maleo waigeo juga berhabitat di cagar alam ini. Unggas ini merupakan burung yang hanya ditemui di Pulau Waigeo sesuai nama belakang dari burung tersebut, yakni waigeo.

 

Burung tersebut memiliki ukuran badan sekitar 43 cm, pada bagian kepala burung ini tidak memiliki bulu atau gundul. Di bagian badan terdapat bulu yang berwarna hitam atau cokelat. Burung maleo waigeo jantan memiliki jengger kecil berwarna merah dan memiliki tiga buah gelambir di bagian lehernya.

 

Satwa-satwa tersebut merupakan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia yang terkenal dengan keindahan warna-warna bulunya dan termasuk satwa-satwa langka yang terancam punah.

 

Cagar alam ini sangat penting keberadaannya untuk kelestarian satwa-satwa tersebut. Masyarakat setempat hendaknya memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga kawasan cagar alam ini agar keberadaan Cagar Alam Pulau Waigeo Barat dan beragam keanekaragaman hayatinya tetap ada.

 

cagar alam pulau waigeo barat cagar alam pulau waigeo barat cagar alam pulau waigeo barat cagar alam pulau waigeo barat cagar alam pulau waigeo barat

Bagikan ini: