0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Dian Fossey lahir pada tanggal 16 January 1932 di San Francisco, California, Amerika Serikat. Ia menghabiskan waktu selama delapan belas tahun di antara gorila di  gunung Rwanda. Ia ibarat  Jane Goodall bagi simpanse Tanzania karena ia mengabdikan hidupnya untuk gorilla dan membuat kita sadar akan keberadaan mereka.

 

Pada tahun 1967 ia mendirikan kemah di ketinggian 10.000 kaki di Pegunungan Virunga yang merupakan rantai gunung berapi yang sebagian besar sudah punah di sepanjang perbatasan Zaire dan Uganda. Populasi Gorilla beringei terbesar di dunia adalah sekitar 240 individu. Butuh beberapa tahun sebelum salah satu kelompok mengizinkannya untuk duduk bersama mereka sementara mereka mengunyah seledri, saling bermain, bertengkar, dan bercanda.

 

Dian Fossey dan Gorilla

Pengorbanan Dian terhadap gorila agar bisa akrab jauh lebih luar biasa karena dia melakukannya tanpa apa pun sedangkan  Goodall melakukan dengan menyuap simpanse dengan pisang untuk mendapatkan kerja sama mereka. Setelah 11.000 jam di lapangan, Dian mengidentifikasi individu-individu dalam empat kelompok dari cetakan nosep khas mereka dan menemukan kemungkinan hubungan silsilah mereka.

 

Selain itu ia mengeksplorasi perilaku yang kurang dipahami seperti pembunuhan bayi dan migrasi para betina di antara kelompok-kelompok gorilla tersebut. Karya ilmiahnya, menurut seorang kolega adalah sangat faktual dan terperinci. Bukunya yang berjudul Gorillas in the Mist juga menulis tiga artikel di National Geographic; serta adanya sebuah film dokumenter tentang dirinya; yang memiliki dampak terbesar bagi ilmu pengetahuan saat ini  untuk Gorilla.

 

Pada tahun 1967, Dr. Dian Fossey mendirikan Pusat Penelitian Karisoke ™ di pegunungan Virunga di Rwanda untuk melindungi dan mempelajari gorila gunung yang terancam punah. Meskipun kehidupan Fossey cukup singkat, karyanya terus berlanjut melalui Pusat Penelitian Karisoke dan tumbuh menjadi upaya konservasi bagi satwa liar lain dan program bagi orang-orang yang tinggal di dekat gorila.

 

Kehidupan akhir dari Dian Fossey

Fossey di akhir hayatnya, dimakamkan di Karisoke, di sebuah situs yang ia buat sendiri buat untuk teman-teman gorila yang sudah meninggal. Dia dimakamkan di kuburan gorila di sebelah Digit, dan dekat gorila yang telah dibunuh oleh pemburu. Layanan peringatan kematiannya  juga diadakan di New York, Washington, dan California.

 

Setelah kematiannya, Digit Fund Fossey di Amerika Serikat diganti namanya menjadi Dian Fossey Gorilla Fund International. Pusat Penelitian Karisoke dioperasikan yang didirikannya lalu di operasikan oleh Dian Fossey Gorilla Fund International, dan bertugas untuk melanjutkan pemantauan dan perlindungan gorila yang telah ia mulai.

 

Shirley McGreal, seorang teman Fossey terus bekerja untuk melindungi primata melalui kerja di Liga Perlindungan Primata Internasional (IPPL), salah satu dari sedikit organisasi satwa liar yang menurut Fossey secara efektif mempromosikan konservasi secara aktif.

 

dian fossey dian fossey dian fossey dian fossey dian fossey

Bagikan ini: