0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Winifred Pristell adalah wanita berusia 72 tahun yang menggeluti olahraga angkat beban. Wanita ini telah membuktikan bahwa usia tidak membatasi seseorang untuk tetap sehat dan bugar. Nyatanya di umur senjanya, Winifred kini mampu menjadi pemegang rekor dalam olahraga bench press dan deadlift berskala nasional dan dunia.

 

Winifred lahir di Baton Rouge, Louisiana. Saat ini statusnya adalah seorang ibu dari 2 orang anak hasil pernikahan singkat dengan suaminya, nenek dari 2 orang cucu, dan nenek buyut dari 3 orang cicitnya. Sedari Ia muda, Winifred sudah aktif berolahraga. Namun, Ia tidak lagi aktif di pertengahan usianya, lalu menjadi gemuk dan sakit-sakitan.

 

Berkat dukungan dari puterinya, semangat berolahraganya kembali muncul saat usianya sudah 48 tahun. Kala itu Winifred mulai tertarik dengan olahraga angkat beban yang kini menjadi kegemarannya. Melalui olahraga tersebut, Ia berharap dapat menjadikannya sebagai sarana untuk mengubah gaya hidupnya.

 

Awalnya wanita dengan julukan “Heavy Metal” ini melakukan olahraga angkat beban hanya untuk mengembalikan berat badannya menjadi normal dan menjaga kebugaran tubuhnya. Ia belum benar-benar serius menekuni bidang tersebut saat itu. Winifred baru mulai benar-benar terjun dalam dunia angkat beban dan bertanding secara kompetitif saat usinya 60 tahun.

 

Itu adalah masa di mana Ia meninggalkan YMCA (sebuah gerakan sosial masyarakat) dan mulai melakukan latihan yang lebih serius di Gold’s Gym. Di sanalah Ia bertemu dengan mentor angkat bebannya, Jim Schall, mantan pelatih dan guru angkat beban. Mentornya tersebut juga pernah memegang rekor angkat beban di usianya dan melatih di kelas beban selama lebih dari 10 tahun.

 

Winifred merasa sangat berterima kasih pada mentornya tersebut karena tanpanya Ia tidak akan mencapai kondisi seperti saat ini. Kemenangan pertama yang diraih oleh Winifred adalah dalam kejuaraan tahunan ke-10 Annual Alki Bench Press and Deadlifting Championship di Seattle, Washington pada bulan Agustus sekitar empat tahun lalu.

 

Di bulan berikutnya pada tahun yang sama, Winifred berhasil memecahkan rekor dunia dalam kataegori usia dan beratnya. Saat itu usianya adalah 68 tahun dan Ia mampu melakukan bench press dengan berat 176,2 pon. Ia juga berhasil mengangkat beban seberat 270 pon saat melakukan deadlift.

 

Kemenangan yang diraih Winifred tidak lantas membuatnya berhenti berlatih dan mempelajari olahraga angkat beban ini. Usia pun tidak mampu menjadi penghalang semangat Winifred untuk terus belajar. Menurutnya, usia tidak menandakan ketuaan seseorang. Seperti halnya sebuah pepatah yang mengatakan bahwa setiap orang yang berhenti belajar, maka orang itulah yang sudah tua. Tidak peduli berapapun usianya, jika Ia berhenti belajar maka itulah makna “tua” yang sebenarnya.

 

Winifred sangat senang memasak sehingga Ia biasa mengisi waktu senggangnya untuk memasak. Wanita ini lebih senang menghabiskan waktu di rumah dan memasak makanannya sendiri. Ia hanya makan di luar jika dipaksa oleh keluarga dan teman-temannya.

 

Perlu diketahui bahwa Winifred mengidap artritis, yaitu peradangan pada struktur sendi. Ia kerap kali mengalami kesakitan pada telapak kaki, punggung, dan kakinya. Sebelum berada pada keadaannya saat ini, Winifred hampir tidak bisa bergerak sama sekali.

 

Keajaiban pun muncul melalui tekad bulat Winifred untuk bangkit dan mengalahkan penyakitnya. Hasilnya, wanita tangguh ini berhasil mencapai tujuannya untuk dapat terus berjalan sendiri tanpa bergantung pada kursi roda atau dipapah oleh orang lain.

 

Maka dari itu, Winifred selalu menyarankan pada seniornya untuk tidak serta-merta menyerah begitu saja pada kursi roda. Dengan latihan yang tepat, nutrisi, dan melakukan fitness, setiap orang akan mampu bangkit dari kursi roda itu. Menurutnya, tujuan akan tercapai sesuai dengan besarnya tekad orang itu untuk meraihnya.

 

Cara hidup sehat yang dianjurkan oleh Winifred adalah dengan berolahraga secara rutin dan makan makanan sehat (bukan junk food) setidaknya tiga kali sehari. Ia sendiri pun juga memakan makanan ringan yang sehat sepanjang hari di sela-sela jadwal latihan hariannya. Selain itu, diperlukan juga kegiatan yang disukai dan jangan berhenti melakukannya. Itu juga dapat membantu menjaga performa tubuh menurut Winifred Pristell.

 

Winifred Pristell Winifred Pristell Winifred Pristell

Bagikan ini: